Minggu, Mei 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Eksplorasi

Potret Potensi Perikanan di Banda Neira

redaksi
22 Maret 2019
Kategori : Eksplorasi
0
Banda Neira

Banda Neira. FOTO: TIM EPBN

Ikan layang ini belum termasuk hasil tangkapan nelayan lainnya yang tidak tertampung pada pembeli dan pemasar.

Ikan di Banda Neira
FOTO: TIM EPBN

“Kapasitas tampung masih kurang dan sering nelayan membagikan kelebihan hasil tangkapan ke masyarakat atau sebagian nelayan membawanya langsung untuk dijual ke Ambon,” ujar Aldi.

Tercatat ada 19 kapal dari delapan perusahaan sebagai pembeli dan pemasar ikan, lima di antaranya adalah kapal khusus menampung ikan layang dan dua kapal khusus menampung ikan tuna. Selebihnya kapal yang menampung berbagai jenis ikan termasuk ikan layang.

Namun jumlah tersebut tidak cukup untuk menampung potensi perikanan di Kecamatan Banda khususnya produksi ikan layang. Dengan keterbatasan penampung seperti ini sering membuat harga ikan layang merosot, jika banyak nelayan pergi melaut di saat bersamaan.

Menurut ketua Koperasi Nelayan Usaha Bahari Kampung Baru Busri Hasan, mencari ikan momar (ikan layang) di Banda itu beda dengan di daerah lain. Di sini sangat mudah. Satu armada, ke laut jam empat pagi, jam delapan pagi sudah dapat hasil sekitar 1-5 ton.

Dalam sehari ada 4 kapal dari perusahaan yang bisa menampung dan itu cuma 20-25 ton. “Jadi, jika banyak armada, nelayan-nelayan banyak yang turun, kita berebut menjual hasil melaut kita sehingga harga sering jatuh,” kata Busri Hasan.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Ekspedisi Pinisi Bakti NusaikanMalukuNelayan
Bagikan30Tweet18KirimKirim
Previous Post

Sudah Seminggu Hiu Paus Menetap di Botubarani, Gorontalo

Next Post

Tangkapan Terbesar, TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 46 Miliar

Postingan Terkait

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

24 Januari 2026
Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

12 September 2025

Belajar Kajian Maritim Dari Adrian Bernard Lapian

Peneliti Temukan Potensi 16 Spesies Baru di Kalimantan Tengah

200 tahun Alfred Wallace: laboratorium hidup evolusi Wallacea semakin disesaki pembangunan

BRIN Fokus Riset Laut Dalam di Wilayah Timur Indonesia

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

15 Spesies Paus Terlihat di Laut Cina Selatan

Next Post
Benih lobster

Tangkapan Terbesar, TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 46 Miliar

Komentar tentang post

TERBARU

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

Heatstroke Akibat Suhu Panas Dapat Menyerang Jantung

Serangan Online Terhadap Jurnalis Perempuan Berdampak pada Kesehatan Mental

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kekerasan Daring Terhadap Jurnalis Perempuan Meningkat

Hardiknas, Rektor UNG: Pendidikan Jantung Peradaban

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

AmsiNews

REKOMENDASI

Rumpon Asing di Perairan Indonesia Perlu Dibersihkan

Rumpon Bertambah di Teluk Tomini, Tak Ada Laporan

Naik Kapal Laut Harus Punya Tiket dan Nama Sesuai Identitas

Ini Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis di Indonesia

Penumpang Angkutan Laut Naik 12,89 Persen, Tertinggi di Pelabuhan Tanjung Perak

Di Laut Filipina Saola Akan Meningkat Menjadi Topan Super

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.