Awal Maret, telah dibentuk kesepakatan bersama dengan nelayan. Telah dibentuk kelompok-kelompok nelayan dengan membagi waktu untuk melaut.
“Ada 24 kelompok nelayan atau armada yang aktif mencari ikan layang, kami mengatur jadwal dalam sehari yang melaut mencari ikan layang 5 – 7 armada, jadi setiap armada bergiliran dan akan melaut lagi 4 hari ke depannya,” ujarnya.
Ini penting dilakukan mengingat keterbatasan penampung yang membeli ikan, sehingga ada kestabilan harga.
Busri berharap pemerintah daerah, provinsi atau pusat dapat memperhatikan kondisi nelayan-nelayan di kepulauan Banda. Diharapkan ada solusi dari pemerintah terkait ketersediaan pembeli dan pemasar khususnya ikan layang.
Terkait harga bahan bakar yang terlalu tinggi, menurut Busri, mudah-mudahan ini diperhatikan. Kemudian, adanya bantuan rompon tuna untuk nelayan penangkap ikan tuna. (Ugi)





Komentar tentang post