Peningkatan suhu yang cukup drastis pada air laut berdampak negatif pada organisme laut dan menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut.
Suhu yang semakin panas menyebabkan alga beracun semakin banyak jumlahnya dan berserakan di pesisir pantai barat Amerika (McCabe et al., 2016). Secara tidak langsung, hal ini berdampak besar terkait dengan seluruh jaring makanan di laut.
Alga beracun berpotensi dimakan oleh hewan-hewan yang ada di sekitar laut dan pesisir yang akhirnya menyebabkan kematian ikan dan hewan laut lainnya dalam jumlah banyak sehingga terjadi penurunan populasi yang drastis, mulai dari hewan kecil seperti udang hingga mamalia besar seperti paus.
Dari segi skala dan banyaknya jumlah kematian ikan dan hewan laut lainnya, tak ada yang melampaui penurunan jumlah burung laut jenis common murres (burung murre).
Selama tahun 2015 hingga 2016, sekitar 62.000 burung murre ditemukan mati di sepanjang pantai barat Amerika Serikat.
Burung murre ditemukan terdampar di sepanjang pesisir pantai dari California sampai Alaska. Ini jumlah terbesar yang pernah ditemukan oleh para peneliti. Burung laut yang tidak hidup di laut bisa terdampak blob yang terjadi di laut.
Hal ini disebabkan oleh persaingan untuk mendapatkan makanan yang menyebabkan burung murre mengalami kelaparan. Banyaknya ikan yang mati di dalam laut membuat rantai makanan menjadi terganggu.





Komentar tentang post