Minggu, Mei 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Blob, Gelombang Panas Terbesar di Laut

redaksi
3 April 2022
Kategori : Kajian
0
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Ilustrasi gelombang air laut. FOTO: DARILAUT.ID

Peningkatan suhu yang cukup drastis pada air laut berdampak negatif pada organisme laut dan menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut.

Suhu yang semakin panas menyebabkan alga beracun semakin banyak jumlahnya dan berserakan di pesisir pantai barat Amerika (McCabe et al., 2016). Secara tidak langsung, hal ini berdampak besar terkait dengan seluruh jaring makanan di laut.

Alga beracun berpotensi dimakan oleh hewan-hewan yang ada di sekitar laut dan pesisir yang akhirnya menyebabkan kematian ikan dan hewan laut lainnya dalam jumlah banyak sehingga terjadi penurunan populasi yang drastis, mulai dari hewan kecil seperti udang hingga mamalia besar seperti paus.

Dari segi skala dan banyaknya jumlah kematian ikan dan hewan laut lainnya, tak ada yang melampaui penurunan jumlah burung laut jenis common murres (burung murre).

Selama tahun 2015 hingga 2016, sekitar 62.000 burung murre ditemukan mati di sepanjang pantai barat Amerika Serikat.

Burung murre ditemukan terdampar di sepanjang pesisir pantai dari California sampai Alaska. Ini jumlah terbesar yang pernah ditemukan oleh para peneliti. Burung laut yang tidak hidup di laut bisa terdampak blob yang terjadi di laut.

Hal ini disebabkan oleh persaingan untuk mendapatkan makanan yang menyebabkan burung murre mengalami kelaparan. Banyaknya ikan yang mati di dalam laut membuat rantai makanan menjadi terganggu.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautPemanasan GlobalPemanasan Laut
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Untuk Melihat Hilal Perlu Alat Bantu Optik

Next Post

Gelombang Panas Laut Sebabkan Cuaca Ekstrem

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Perubahan Iklim Terlihat Melalui Cuaca yang Lebih Ekstrem

Gelombang Panas Laut Sebabkan Cuaca Ekstrem

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa Keperawatan UNG Terpilih Dalam Program Kesehatan Global 2026

Topan Jangmi Menguat, Bawa Gelombang 10 Meter di Laut Filipina

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Lebih Banyak Rekor Suhu Terpanas Global di Masa Depan

AmsiNews

REKOMENDASI

Darah Ketam Tapak Kuda Dipakai Sebagai Penyeteril Pesawat Ulang Alik

Permohonan Sengketa Hasil Pemilihan Wali Kota Gorontalo Ditolak MK

COP28, Aktivis Lingkungan Filipina Menyerukan Perlindungan Hak Masyarakat Adat di Dubai

Benda Mirip Badan Pesawat Ditemukan di Teluk Ranggau

Hiu Buaya, Spesies yang Jarang Diteliti di Indonesia

Badai Tropis Khanun Bergerak ke Timur Melintasi Kepulauan Amami

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.