Yohanes, setelah selesai sekolah di Gorontalo lalu pindah ke Manado dan melanjutkan sekolah dokter di Universitas Indonesia hingga mengambil spesialis jantung dan THT di universitas tersebut. Eddie Lembong sendiri lalu menjadi sosok berpengaruh dalam industri farmasi nasional sekaligus pemimpin perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yakni PT Pharos.
Kedua orang tua dari Yohanes dan Eddie yakni pasangan Joseph Lembong dan Maria Lembong memilih Gorontalo karena pada saat itu Gorontalo adalah salah satu kota yang paling maju di kawasan Teluk Tomini. Kisah keluarga Lembong, khususnya Yohanes dan Eddi, menjadi cermin sejarah tentang warisan pendidikan dan mobilitas Gorontalo di kawasan Teluk Tomini. Meskipun mereka berasal dari Tinombo, keputusan untuk bersekolah di Gorontalo membuka jalan bagi lahirnya generasi yang kelak punya kontribusi nasional.
THHK dan Pendidikan Komunitas Tionghoa
Sekilas kisah ini menunjukkan bagaimana perpindahan keluarga Tionghoa dari kota kecil seperti Tinombo ke Gorontalo membuka jalan bagi mobilitas sosial, bahkan membawa dua bersaudara itu menjadi bagian dari elite intelektual nasional. Di titik ini, Gorontalo bukan sekadar tempat persinggahan. Kota ini memiliki sejarah pendidikan komunitas Tionghoa yang cukup kuat, yang antara lain direpresentasikan oleh kehadiran Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) sejak awal abad ke-20.




