THHK Gorontalo berdiri pada 1908 dan menjadi salah satu cabang dari organisasi yang lebih besar yang berbasis di Batavia. Seperti disebut dalam riset RSIS International (2022), THHK adalah gerakan pendidikan modernis pertama dalam komunitas Tionghoa Hindia Belanda, didirikan tahun 1900 dan bertujuan memperkuat identitas dan martabat komunitas Tionghoa melalui pendidikan. Di Gorontalo, sekolah THHK berlokasi Kota Gorontalo.
Dalam dokumen “Riwajat 40 Taon THHK Batavia” (1939), Gorontalo tercatat sebagai salah satu cabang yang aktif mengembangkan pendidikan dan kegiatan sosial bagi komunitas Tionghoa di kawasan timur. Sekolah ini sempat menjadi pilihan utama hingga akhirnya ditutup pada masa pendudukan Jepang. Dalam perkembangannya, THHK Gorontalo mengalami berbagai dinamika internal, termasuk perubahan kepengurusan, tantangan pendanaan dari komunitas lokal, dan penyesuaian kurikulum akibat tekanan politik kolonial.
Dokumen THHK Batavia dan arsip pendidikan Hindia Belanda memperlihatkan bahwa cabang di Gorontalo sempat mengalami kemunduran pada dekade 1930-an sebelum bangkit kembali lewat dukungan pedagang-pedagang Tionghoa lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di THHK tidak semata didorong oleh pusat, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat setempat yang melihat pentingnya pendidikan modern sebagai jalan mobilitas sosial dan kebangsaan.




