Monitoring Terumbu Buatan ARS
Berdasarkan hasil monitoring terumbu buatan laba-laba di Pantai Samuh, Nusa Dua, Bali didapatkan hasil sebagai berikut:
Kegiatan monitoring dilakukan pada daerah lereng terumbu (reef slope) dengan kedalaman 7 – 10 m. Metode monitoring random (acak) dengan menggunakan kamera bawah air [1], [2]. Dari total 761 unit ARS yang telah di deploy sejak Juli – Oktober 2018 lalu, diambil sampel secara acak sebanyak 10 unit, 2 kali penyelaman (dive 1 = unit 7 ARS; dive 2 = 3 unit ARS).
Sebanyak 10 spesies karang keras dari golongan Scleractinia yang teridentifikasi, terdiri dari jenis: Acropora Formosa, A. hyacinthus, Pocillopora verucosa, P. damicornis, Psammocora sp, Symphyllia sp, Stylophora pistillata, Turbinaria sp, Echinopora sp dan Favites sp.
Ada 3 kategori signifikan ditemukan pada terumbu buatan ARS:
- Resistant —> karang yang mampu beradaptasi terhadap pengaruh lingkungan di sekitarnya.
- Kompetisi —> karang yang di invasi oleh organisme lainnya (mis: Coralline Algae & Cyanobacteria), sehingga mempengaruhi proses pertumbuhan.
- Predator —> karang yang di mangsa oleh pemangsa lainnya (mis: ikan kakatua – fish bite, dll).
ARS 7 – 10 dominan karang mampu beradaptasi (resistant) = kategori 1. Sedangkan ARS 1 – 6 masing-masing dengan kategori sbb: ARS-1 = kategori 2 & 3; ARS-2 = kategori 1 & 3; ARS-3 = kategori 1 & 2 dengan sebagian kecil mengalami kematian khususnya yang dominan dari karang bercabang genus Acropora; ARS-4 = kategori 1 & 2; ARS-5 = kategori 1,2 & 3; ARS-6 = kategori 1 & 2.

Rekomendasi
- Perlu dilakukan kegiatan monitoring rutin terkait status karang dan asosiasinya pada terumbu buatan ARS 2 – 6 bulan sekali.
- Membersihkan media terumbu buatan minimal 1 – 3 bulan sekali.
- Perlu melakukan pengambilan dan pengujian sampel kualitas air laut, minimal mewakili musim. Hal ini diperlukan untuk mengetahui baku mutu kualitas air laut di sekitar lokasi terumbu buatan.
- Kajian ilmiah pertumbuhan, kesehatan, penyakit, pemodelan arus laut dan hal-hal terkait lainnya sangat diperlukan sebagai data dukung khususnya di wilayah terumbu buatan dan sekitarnya.
Hasil dari kegiatan ini telah di laporkan pada pertemuan yang diselenggarakan di ruang rapat Command Center, ITDC Kawasan Pariwisata Nusa Dua. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi IV Bidang koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kemenkomar Dr Safri Burhanudin, DEA.





Komentar tentang post