Tahun 1997, beberapa hiu paus bermigrasi masuk ke perairan di sekitar desa Donsol tersebut, selanjutnya atas inisiatif WWF Philipina bekerjasama dengan Pemerintah dan LSM Lokal, mereka mencoba melaksanakan penelitian dan perlindungan terhadap ikan tersebut. Pine et al. (2005) menjelaskan bahwa Program Ekowisata pada salah satu daerah Donsol di Filipina dengan menerapkan beberapa program antara lain:
a. Mendirikan proyek pengamatan hiu paus berbasis masyarakat. Proyek ini dimulai tahun 1998 akibat ditemukannya hiu paus di daerah sebelah Tenggara Pulau Luzon oleh masyarakat. Proyek ini disponsori oleh WWF Filipina yang bekerjasama dengan LSM lokal di daerah Donsol, Filipina.
Masyarakat lokal dilatih untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap keberadaan hiu paus secara tepat sesuai dengan konsep konservasi.
b. Pelatihan-pelatihan pada masyarakat lokal tentang produk ekowisata hiu paus. Setelah upaya monitoring dan pengawasan berhasil dilaksanakan, maka kegiatan ditingkatkan dengan melakukan pelatihan pada masyarakat lokal sebagai pemandu wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, ketika para wisatawan tersebut hendak melakukan kegiatan wisata snorkeling atau menyelam bersama hiu paus.
c. Kegiatan penelitian tentang aspek sebaran hiu paus dan aspek ekonomi sosial nelayan. Penelitian tentang sebaran hiu paus dan pola migrasi musiman yang dilakukan dengan melaksanakan wawancara terhadap 270 nelayan yang tersebar di 13 kota pada empat provinsi. Hasilnya menunjukkan bahwa hiu paus ditemukan hampir sepanjang tahun. Namun
frekuensi kehadirannya akan berkurang pada bulan Juni, Juli dan Agustus yang merupakan puncak musim panas serta pada bulan November, Desember dan Januari yang merupakan musim hujan.





Komentar tentang post