Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Mengenal Gelombang Panas Laut

redaksi
10 Maret 2022
Kategori : Kajian
0
ICOES 2020, LIPI Bahas Keseimbangan Ekosistem Alam, Darat dan Laut

Pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Kedua, kondisi cuaca tanpa awan yang menyebabkan kenapa panas terik di berbagai wilayah. Jakarta dan sekitarnya terasa sangat panas karena teriknya sinar matahari yang tidak terhalang oleh pertumbuhan awan.

Faktor ketiga ialah pengaruh dari arah pola angin yang biasanya membantu potensi pertumbuhan hujan.

Kondisi suhu yang lebih panas dari keadaan normal yang berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih, juga disertai kelembaban udara yang tinggi dikenal sebagai fenomena gelombang panas atau heatwave.

Fenomena ini bisa terjadi baik di darat maupun laut. Gelombang panas yang terjadi di darat berdampak buruk pada kesehatan manusia, infrastruktur, dan pertanian. Gelombang panas yang terjadi di laut dikenal sebagai Gelombang Panas Laut (marine heatwaves/MHWs).

Gelombang Panas Laut (GPL) didefinisikan sebagai peristiwa ekstrem memanasnya suhu air laut melebihi ambang batas yang bervariasi secara musiman selama setidaknya lima hari berturut-turut (Hobday et al., 2016).

Definisi lain menyebutkan GPL sebagai peristiwa samudera di mana suhu permukaan air lebih hangat dari 90% pengukuran sebelumnya untuk setidaknya dalam lima hari berturut-turut (Gammon, 2019).

GPL dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Pendorong GPL yang paling umum meliputi arus laut yang dapat membangun daerah air hangat dan fluks panas udara-laut (air-sea heat flux), atau pemanasan melalui permukaan laut dari atmosfer.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautPemanasan GlobalPemanasan LautPerubahan Iklim
Bagikan7Tweet5KirimKirim
Previous Post

IPCC: Perubahan Iklim Membahayakan Ekosistem Laut

Next Post

Kapal Bersejarah Penjelajah Antartika “Endurance” Ditemukan di Kedalaman 3008 Meter

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Next Post
Kapal Bersejarah Penjelajah Antartika “Endurance” Ditemukan di Kedalaman 3008 Meter

Kapal Bersejarah Penjelajah Antartika “Endurance” Ditemukan di Kedalaman 3008 Meter

Komentar tentang post

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Limbah dan Sampah Sebagai Penyumbang Karbon

Tanah Longsor Tewaskan 18 Orang di Malaysia

KRI Teluk Lada-521 Evakuasi Awak Kapal KM Mina Sejati

Banjir Karena Pasang Maksimum Air Laut Terjadi di Manado

Berikan Kacamata Selam buat Anak-anak Sekolah

Otoritas Perikanan Jepang Membiarkan Paus Minke Terjebak dalam Jaring

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.