Kita saat ini sedang memilih Calon Kepala Daerah/Wakil yang akan mengurusi hajat hidup orang banyak dengan segala macam latar belakang.
Kita tahun ini juga telah memilih anggota legislatif, jangan samakan cara memilihnya. Kita memilih orang yang bertanggung jawab dalam melakukan eksekusi. Ini tidak sekedar “pambae”, “depe kuti-kuti bagus”, dengan “gampang mo hubungi”. Bukan itu saja, tapi harus lebih dari itu.
Pemilihan ini adalah pemilihan yang bersifat rasional, bukan emosional. Rasionalitas pemilih didasarkan pada kinerja, gagasan dan komitmen dia jika terpilih nanti. Bukan diluar itu. Soal dia pernah berjasa memberi uang, membantu anda dalam hal-hal lain, hingga jika misalnya ada hubungan emosional yang lain, itu adalah pilihan emosional yang bersifat pribadi. Jangan sampai emosi anda mengalahkan rasionalitas anda, sehingga yang terpilih bukan orang yang mampu bertanggung jawab, tapi yang karena hasrat pribadi semata.
Kita sedang memilih orang yang perlu dan paham mengenai tugasnya kelak. Kita butuh orang yang punya power dan pengalaman dalam mengakumulasi aspirasi menjadi program kemaslahatan.
Ini bukan soal 50-500 ribu rupiah. Ini soal pertaruhan daerah kita! Jangan tambah lagi beban berat daerah ini dengan pilihan anda yang emosional itu. Masih ada waktu bagi anda sekalian untuk menelaah, meneliti dan memustukan untuk memilih.




