Bagaimana Sanksi Sosialnya?
Jadi, bagi orang Gorontalo, yang membuat “lombu-lombula” adalah sifat dan perilaku. Jika seseorang sudah dicap begitu, atau seperti Yahudi, maka sanksi sosialnya adalah harus dijauhi, dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat.
Mengapa sanksinya harus dijauhi bahkan dikucilkan, sebab dianggap bisa “moombita“. Moombita atau berjangkit bukan saja untuk kategori penyakit, tapi juga perilaku yang dianggap negatif.
Karena jika levelnya telah “moombita, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan yang kolektif, dan dipercaya “lipu odungga lo bito” karena telah “ilo obitowa lo adati” atau “obitowa lo tadiya“.
Nah, bagi seseorang yang sudah dikucilkan dalam masyarakat sebagai akibat dari kemarahan kolektif tersebut, biasanya orang tersebut disarankan untuk “mobite” (berlayar/bepergian jauh).
Dari Sanksi hingga Migrasi
Mobite ada dua makna yakni mobite karena mopehu (bekerja) dan mobite karena ma ilo dungga lo wolito (sudah membuat malu keluarga). Pada makna mobite yang kedua, suasana hati dalam keadaan yang sedih.
Dalam mobite, jika seseorang pergi dalam suasana hati yang senang, maka yang berangkat tersebut akan “hepohiyonga liyo” dan keluarga ditinggal dalam “wolo-wololo” (sedih). Tetapi bagi yang mobite dalam konteks harus dijauhkan dari masyarakat, biasanya “tunu-tunuhu lo tadiya“.




