Para Konservasionis telah lama mengecam perburuan paus. Direktur eksekutif Greenpeace Jepang Sam Annesley, mengutuk keputusan pemerintah tersebut. “Pemerintah Jepang harus segera bertindak untuk melestarikan ekosistem laut, daripada melanjutkan perburuan paus komersial,” katanya.
Pendiri Sea Shepherd (sebuah organisasi pencinta lingkungan) Paul Watson mengatakan, dengan pengumuman ini, Jepang telah menyatakan diri mereka sebagai negara pemburu paus. “Tidak ada lagi kepura-puraan tentang penelitian perburuan paus,” katanya.
Sejak 2005 hingga 2017, Sea Shepherd, dengan menggunakan kapalnya sendiri menghalangi perburuan paus oleh Jepang di Antartika.
Para pemimpin di Australia menyatakan “sangat kecewa” dengan keputusan Jepang. Dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Marise Payne dan Menteri Lingkungan Hidup Melissa Price mengatakan, Australia tetap menentang keras segala bentuk penangkapan paus untuk kepentingan komersial dan ‘ilmiah’.
“Kami akan terus bekerja dalam komisi untuk menegakkan moratorium global perburuan paus komersial.” Australia memiliki tempat perlindungan bagi paus dan lumba-lumba, termasuk di bagian Antartika.*





Komentar tentang post