Demikian juga sektor industri berbasis bahan pangan lebih mudah terukur kemampuan daya dukungnya. Jika kawasan suatu pulau tidak memiliki kesediaan pangan yang memadai, maka kebutuhan pangan dapat dilakukan dari daerah sentra produksi yang memiliki kelebihan pangan.
Digital farming merupakan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah perlu merespon adanya perubahan ini dengan cepat. Persoalan yang mendasar adalah bagaimana adanya sistem digital farming ini dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas dan masif.
Tugas utama pemerintah dan pemangku kepentingan termasuk IPB adalah mengedukasi petani untuk beralih dari sistem tradisional ke sistem yang berbasis digital. Tantangan bagi IPB di era digital farming dengan konsep pembangunan agro-maritim yang mampu meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani dengan tetap menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Sudah saatnya untuk mengembangkan konsep “corporate agriculture” atau pertanian berbasis industri dalam era digital farming ini.
Bambang mengatakan, kita memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang mau bekerja bersama masyarakat dalam menyiapkan komoditas dan bahan baku. Selain itu, SDM yang terbuka akan teknologi dan SDM yang mampu mengadaptasi perkembangan teknologi informasi yang cepat. SDM yang memiliki keahlian dalam mengadopsi pemanfaatan teknologi digital untuk kebutuhan pertanian dan kemaritiman.





Komentar tentang post