Pada 2018, Desa Lifuleo mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan mengelola kawasan ini bersama Pokdarwis.
Tambahan penghasilan juga diperoleh masyarakat dengan membuka usaha kuliner di lokasi wisata. Dengan adanya penataan kawasan dan penertiban retribusi pengunjung, diharapkan kawasan ini makin ramai dikunjungi.
Setelah akses jalan masuk ke lokasi wisata ini diperbaiki, kunjungan wisatawan pada 2018, mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dibandingkan tahun 2017. Apalagi, terdapat sarana dan prasarana penunjang yang sudah memadai. Masyarakat setempat, pun mempromosikan lokasi ini melalui media sosial.
Aktivitas wisatawan yang banyak dilakukan, antara lain, mandi dan berenang di pantai, berjemur, berkemah, dan outbond. Pendapatan Pokdarwis hingga 3 Agustus mencapai Rp 40 juta.

Ekowisata Berbasis Konservasi
Pengembangan kawasan ekowisata bahari pantai Oecina, hendaknya diikuti dengan upaya perlindungan dan pelestarian sumber daya alam hayati pesisir dan laut. Apalagi perairan pantai Oecina ini masuk dalam kawasan konservasi perairan TNP Laut Sawu. Untuk itu, sangat diperlukan dukungan semua pihak.
Hal yang perlu diperhatikan, yaitu memperkuat kapasitas masyarakat lokal khususnya Pokdarwis sebagai pelopor upaya dalam perlindungan dan pelestarian sumber daya laut.





Komentar tentang post