Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Widodo S Pranowo: Sirkulasi Arus di Selatan Jawa dan Bali Akhir 2019

redaksi
31 Desember 2019
Kategori : Kajian, Laporan Khusus
0
Widodo S Pranowo: Sirkulasi Arus di Selatan Jawa dan Bali Akhir 2019

Sirkulasi arus permukaan laut di Jawa, Selatan Jawa, Bali dan Lombok akhir 2019. WIDODO S PRANOWO

SECARA umum, sirkulasi arus permukaan di Laut Jawa dan Selatan Jawa, serta Selat Lombok pada permulaan musim angin barat merupakan satu kesatuan sistem sirkulasi arus yang menarik untuk dibahas.

Berikut ini penjelasan Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ing Widodo S Pranowo tentang Sirkulasi Arus di Selatan Jawa:

Pada awal Desember 2019, arus di Laut Jawa bergerak ke timur karena dorongan angin dari barat, sebagian besar akan berbelok masuk ke Selat Lombok, melewati Selat Lombok menuju ke Selatan. Kemudian berbelok ada yang ke arah Barat dan Barat laut ketika keluar di Selatan Selat Lombok.

Arus di Laut Jawa dan Selatan Jawa. ANIMASI: WIDODO S PRANOWO

Ketika arus menuju ke arah Barat dan Barat Laut ini menjadi sangat dinamis, bertemu dengan arus susur pantai selatan Jawa yang menuju ke timur, yang mulai menguat pada pertengahan Desember 2019.

Pertemuan kedua arus tersebut membangkitkan arus pusaran yang searah jarum jam (Siklonik Eddy) di selatan Selat Bali. Gaya konvergensi massa air yang dibangkitkan oleh arus pusaran ini mengakibatkan massa air di lapisan bawah pada kedalaman tertentu terdorong menuju ke atas atau ke permukaan (upwelling).

Hal ini menjadi sebuah anomali yang unik karena siklonik upwelling di Selatan Jawa dan Bali umumnya pada kondisi normal berakhir pada Oktober. Namun ternyata masih dijumpai kemunculannya hingga menjelang akhir Desember 2019.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BaliPantai Selatan JawaRip Current
Bagikan24Tweet12KirimKirim
Previous Post

Wisata Pantai, Perhatikan Tanda Strong Current

Next Post

Menikmati Libur Tahun Baru di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, Yogyakarta

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Menikmati Libur Tahun Baru di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, Yogyakarta

Menikmati Libur Tahun Baru di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, Yogyakarta

Komentar tentang post

TERBARU

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

AmsiNews

REKOMENDASI

Alami Degradasi, Hutan Mangrove Indonesia Masih Bisa Diandalkan

Implementasi E-Navigation Untuk Keselamatan Pelayaran

1.984 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2026 di UNG

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

World Cleanup Day 2019 dalam Pemberitaan Media Internasional

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.