Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Burung maleo A. UNO/TECTONA (1949)

Darilaut – Abdul Uno tercatat sebagai perintis pers pertama di Gorontalo. Bersama beberapa orang Gorontalo, Abdul Uno mendirikan majalah Po’noewa, pada 30 November 1932. Po’noewa, diterbitkan Perserikatan Gorontalo Instituut.

Bukan hanya merintis pers di Gorontalo, Abdul Uno — kakek pengusaha Sandiaga Salahudin Uno, juga bergelut dalam upaya pelestarian satwa endemik Sulawesi, burung maleo.

Burung maleo, dalam bahasa Gorontalo disebut Panua, salah satu habitatnya di antara bumbulan dan Marisa (yang sekarang menjadi Kabupaten Pohuwato). Abdul Uno yang juga Kepala Kehutanan Gorontalo menulis tentang maleo, pada terbitan berbahasa Belanda yang sangat bergengsi di masa itu, pada 1949.

Kawasan pantai berpasir yang ditumbuhi mangrove di antara bumbulan dan Marisa, diusulkan sebagai kawasan lindung pada pada 1936, dengan luas 1500 ha.

Pada 1938, kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai Monumen Alam oleh pemerintahan Hindia Belanda. Lokasi ini sebagai kawasan konservasi pertama khusus perlindungan maleo.

Razif Halik Uno menceritakan, di masa kecil, pernah diajak ayahnya ke lokasi peneluran maleo.

“Seingat saya, ketika berumur 11 tahun, saya pernah ikut ayah meneliti maleo di Cagar Alam Panua di antara Bumbulan dan Marisa,” kata Razif Halik Uno, seperti dikutip dari buku Kisah Orang Gorontalo (2015) yang ditulis Verrianto Madjowa.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleo
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Next Post

Belajar Dari Koorders

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Belajar Dari Koorders

Belajar Dari Koorders

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Melanda Aceh Utara dan Bener Meriah

Topan Hinnamnor Mendekati Taiwan, Penerbangan dan Pelayaran Dibatalkan

Ranperda Penyandang Disabilitas Mulai Dibahas Pansus II

Tim Bantuan Medis Cutaneus Fakultas Kedokteran UNG Gelar Sirkumsisi di Kabupaten Gorontalo

Terombang-ambing di Laut Jawa, 10 Awak Diselamatkan Kapal Berbendera Marshal Island

Covid-19, Sudah 25 Provinsi Bentuk Gugus Tugas

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.