Kamis, Oktober 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Burung maleo A. UNO/TECTONA (1949)

Razif Halik Uno yang biasa disapa Om Henk adalah ayah Sandiaga Uno.

Apa yang disampaikan Henk Uno ini, terdapat dalam terbitan TECTONA XXXIX tahun 1949, berbahasa Belanda. Tulisan sebanyak 15 halaman ini menggambarkan kondisi tempat peneluran dan habitat maleo di Panua.

Terdapat formasi tumbuhan mangrove dan asosiasi pada habitat tempat bersarang maleo, seperti tumbuhan menjalar di pantai berpasir Ipomoea pes-caprae. Jenis yang lain dalam bahasa Gorontalo Wontami, pongapoehoe, oloitoma (eboni, Ebenaceae), boehoe (Garuga abilo), loengoelolo dehelo (Heritiera littoralis), molilipotalodehelo (Peltophorum) dan tiladoe (Corypha utan) sejenis palm.

Ukuran telur burung maleo. A UNO/TECTONA (1949)

Menurut Abdul Uno, telur maleo di Boalemo, Gorontalo, banyak diminati oleh penduduk lokal yang membayar dengan harga bagus. Pengumpulan telur-telur maleo telah menjadi bisnis yang menguntungkan. Bahkan ada yang menyewa tempat bersarang maleo untuk diambil telurnya.

Memang, untuk menemukan telur-telur ini tidak mudah. Orang awam tidak begitu saja bisa menemukan lubang tempat telur-telur itu.

Bagi mereka yang sudah terbiasa akan mudah mengetahui bagaimana ciri bekas lubang yang ada telurnya.

Kesimpulan hasil pengamatan Abdul Uno dalam tulisan tersebut, meski maleo –sebagai burung dan tempat bersarang dilindungi hukum di distrik Panua pada 1938, spesies burung unik ini terancam punah, jika tidak ada tindakan perlindungan lain yang diambil dalam waktu dekat.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleo
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Next Post

Belajar Dari Koorders

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Belajar Dari Koorders

Belajar Dari Koorders

Komentar tentang post

TERBARU

UNICEF Peringatkan 190 Juta Anak di Asia dan Pasifik Menghadapi Risiko Iklim Akibat El Niño

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

59 Daerah di Pulau Sulawesi Peringatan Dini Kekeringan Kategori Awas

21 Daerah di Gorontalo dan Sulawesi Utara Mengalami Kekeringan Kategori Awas

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kondisi El Niño Sangat Kuat Memengaruhi Musim Dingin di Asia Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

KLHK Gagalkan Perdagangan Online 167 Burung Cucak Hijau

10 Tewas Karena Topan Bebinca dan Gener di Filipina

Hiu Paus 7 Meter Mati Terjerat Jaring Ikan di Flores Timur

Bibit Siklon Tropis 91S Berdampak Angin Kencang dan Gelombang Laut di Nias Hingga Selatan Jawa

Dibutuhkan Sistem Peringatan Dini Tsunami untuk Cegah Korban Jiwa

Sejumlah Negara Berkomitmen Melindungi Burung Air

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.