Selasa, September 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Jalan Menuju Penanganan Perubahan Iklim (2)

PROF DR EDVIN ALDRIAN

redaksi
25 November 2018
Kategori : Kajian
0
Habibie award

FOTO: TWITTER/@HABIBIECENTER

Einstein pernah berkata: apabila kita tidak dapat menerangkan sesuatu masalah dengan sederhana, maka sesungguhnya kita tidak memahaminya.

Rekayasa Instrumentasi

Salah satu penentu kunci keberhasilan program perubahan iklim baik dalam hal mitigasi dan adaptasi sangat tergantung dari program observasi kondisi cuaca dan iklim baik di darat, udara maupun di laut. Program observasi secara historis dilakukan secara manual dan memakai instrumentasi klasik secara terus menerus.

Guna menunjang keberhasilan dan turut melakukan program perbaikan observasi, diperlukan peningkatan mutu observasi melalui rekayasa instrumentasi observasi yang memadai. Salah satu instrumen observasi penting mengenai cuaca adalah radar cuaca yang hingga kini hampir 100 persen impor.

Pengembangan rekayasa radar cuaca sangat dibutuhkan untuk menambah jaringan observasi yang kemudian dapat dianalisa guna kepentingan pengembangan peringatan dini kondisi ekstrim dan navigasi penerbangan. Pengembangan rekayasa radar cuaca dimulai dengan memakai teknologi X-band continuous wave system.

Sistim radar cuaca ini diupayakan untuk bekerja di bandara perintis dengan tingkat ketepatan tinggi pada jarak hingga 60 kilometer dan memakai sumber daya 30 watt. Dengan sumber daya minimal ini, maka dapat dipasang di daerah terpencil di berbagai bandara perintis di Indonesia.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Habibie AwardPerubahan IklimThe Habibie Center
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Jalan Menuju Penanganan Perubahan Iklim  (1)

Next Post

Jalan Menuju Penanganan Perubahan Iklim (3)

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026
Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

26 Agustus 2026

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Next Post
Habibie Award

Jalan Menuju Penanganan Perubahan Iklim (3)

Komentar tentang post

TERBARU

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

Yayasan Bumi Tangguh Salurkan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Citra Satelit Copernicus Sentinel-5P Memperlihatkan Peningkatan Konsentrasi Sulfur Dioksida Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Lahan Pertanian Makin Berkurang, Perlu Inovasi Teknologi

Apa itu Forex? Pengertian, Kelebihan, dan Seluk-Beluknya

Kondisi Lamun Indonesia Beragam, Ini Metode Perhitungan Faktor Emisi Akibat Degradasi

2018, Penerimaan ke Kas Negara dari TN Komodo Rp 33,16 Miliar

Satelit Cuaca Paling Canggih di Eropa Beroperasi Penuh

Wisata Ubur-Ubur di Togean dan Kakaban

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.