Jumat, Juli 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Sampah Plastik 9 Negara Ditemukan di Pulau Nasi, Aceh Besar

redaksi
8 Desember 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Botol plastik

Sampah berupa botol plastik di Pulau Nasi, Aceh besar. FOTO: AJNN.NET

Aceh – Sembilan negara memasok sampah berupa botol plastik di Pulau Nasi, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Hasil riset yang dilakukan komunitas Sahabat Laut (SaLut) Aceh Desember 2017, ditemukan merk botol plastik dari berbagai negara. Seperti Maladewa, Malaysia dan China. Kemudian Thailand, Singapura, Sri Lanka, India, Bangladesh dan Myanmar.

SaLut Aceh menemukan botol plastik ini mendominasi sampah di pantai Dedap, Pulau Nasi.

SaLut merupakan kumpulan para aktivis lingkungan, dengan anggota berasal pemerhati lingkungan, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat yang peduli dan tergerak terhadap isu-isu lingkungan.

Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan Salut adalah Peugleh Pasie, suatu istilah Bahasa Aceh yang berarti “Bersih Pantai”.

“Pulau Nasi salah satu pulau terpencil yang ada di wilayah Aceh besar, di sini banyak kiriman sampah dari luar negeri,” kata anggota Komunitas Sahabat Laut dan akademisi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar, Rika Astuti, Sabtu (8/12).

Riset yang sudah dilakukan SaLut pada 2016 dan 2017 di Pulau Nasi, setiap sampel dikelompokkan ke dalam botol plastik, botol bukan plastik dan sampah bukan plastik.

Hasil penelitian Desember 2017 menunjukkan bahwa sampah yang ditemukan didominasi botol plastik (50,7 persen). Adapun persentase botol bukan plastik 41,5 persen dan sampah bukan plastik 7,7 persen.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: sampah plastik
Bagikan9Tweet5KirimKirim
Previous Post

Pelibatan Masyarakat dan Swasta Atasi Sampah Plastik Harus Lebih Intensif

Next Post

Riset Sampah Plastik di Pulau Nasi, Aceh Besar

Postingan Terkait

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

29 Juni 2026
Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

17 Juni 2026

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Next Post
Sampah plastik

Riset Sampah Plastik di Pulau Nasi, Aceh Besar

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

AmsiNews

REKOMENDASI

Suhu Global Akan Meningkat

Besok PSU Pilkada Gorontalo Utara

Katie, yang Termuda Berlayar Sendirian Keliling Inggris

Organisasi Meteorologi Dunia Menyoroti Longsor di Jawa Barat yang Menewaskan Lebih Dari 50 Orang

Waspadai Peringatan Dini Cuaca yang Berpotensi Bahaya Hidrometeorologi

Covid-19, UI Kembangkan Ventilator Biaya Rendah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.