2011, pada 22 Juli, ikan raja laut ditemukan berada di permukaan laut oleh nelayan bernama Rafles Tampi. Ikan coelacanth ini berada di perairan Popareng, Tatapaan, Teluk Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.
Dari hasil nekropsi ikan raja laut ini terdapat sampah plastik di dalam usus. Selain itu, kain-kain warna putih dan tisu.
2012, Mei-Juni, tim Fukushima kembali melakukan perekaman dengan ROV di Indonesia.
2013, Juni, ekspedisi lanjutan yang dilakukan tim Aquamarine Fukishima berhasil merekam satu coelacanth di Teluk Manado.
2014, Agustus, Aquamarine Fukishima membangun fasilitas penelitian coelacanth di Sulawesi Utara.
2015, April,survei desa nelayan di Pulau Bougainville, Papua Nugini.
2015, Juni, Tim Fukushima merekam 2 coelacanth di Lolak, Sulawesi Utara.
2018, pada 2 Juli, ikan raja laut coelacanth tertangkap di perairan Raja Ampat, Papua Barat. Proses identifikasi ikan coelacanth dilakukan Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (PSPL)- Kementerian Kelautan dan Perikanan, bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong. Spesimen ini hasil tangkapan pemancing Kopda Marinir Dava Santoso di perairan laut Kampung Sopen, Raja Ampat.*





Komentar tentang post