Tipe siklonik eddy dominan terbentuk pada saat Musim Barat (Desember – Februari), sedangkan tipe antisiklonik eddy dominan terbentuk pada saat Musim Peralihan I dan II.
Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis korelasi antara eddy dan tuna sirip kuning (Yellowfin Tuna) di Selatan Jawa Samudera Hindia, diketahui bahwa sebaran tuna sirip kuning tidak secara konstan dipengaruhi oleh eddy. Namun nilai korelasi cukup tinggi ditemukan pada tipe siklonik eddy (r = 0,59).

Pada perairan Samudera Pasifik bagian barat, terdapat dua eddy yang dominan terbentuk secara periodiK, yaitu Mindanao Eddy (ME) dan Halmahera Eddy (HE). Mindanao eddy memiliki karakteristik tipe siklonik eddy dan suhu air laut di pusat eddy yang cenderung dingin (cold-eddy). Halmahera Eddy memiliki karakteristik tipe antisiklonik dengan suhu yang lebih hangat (warm-eddy).
Sepanjang tahun 2011, 2014, 2015, dan 2016 terdeteksi telah terbentuk eddy dengan total 1.119 siklonik eddy dan 892 antisiklonik eddy. Pada bulan Oktober 2015 yang mewakili fase El Niño (Gambar 3.) diketahui bahwa pembentukan eddy cenderung bertambah terhadap kedalaman, namun radius eddy menjadi semakin kecil (berkisar 20 – 220 km).
Selanjutnya, pada bulan April 2011 pada fase La Niña, diameter pembentukan eddy cenderung melebar dibandingkan pada saat fase El Niño dan fase normal, dengan besar diameter berkisar 30 – 450 km.





Komentar tentang post