
Business Planning & Development Chief PT Zetmi, Syarif Maulana mengatakan, aplikasi ini dikembangkan untuk mendapatkan informasi kondisi gelombang dan kecepatan angin, menghindari kecelakaan di laut, serta informasi harga ikan bagi nelayan kecil dan masyarakat luas.
Pada Oktober 2018, aplikasi Nelayan Nusantara ini sudah digunakan 20 kelompok nelayan di Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia.
20 kelompok tersebut masing-masing, Buana Bahari, Mutiara Tasik, Sebatik Lestari, Maju Bersama dan Laskar Pelangi.
Kemudian kelompok Bone Raya, Merah Putih, Tunas Harapan, KUB Sipamase-mase, Murata Harapan Sebatik, Sinar Nelayan, Laskar Mandiri dan Surya Mandiri. Selanjutnya, Gusung Burung, Putra Nelayan, Sinar Abadi, Cahaya Terang, Anca Jaya, Cahaya Mas dan Sinar Nelayan Ambalat.
“Hingga saat ini (Sabtu, 6/7) 80 persen masih menggunakan aplikasi Nelayan Nusantara,” kata Syarif.
Melalui aplikasi versi I ini, tim pengembang terus melakukan monitoring, antara lain lokasi penangkapan ikan dan aspek lainnya. Selanjutnya, akan dikembangkan pertengahan tahun ini untuk versi II.
Pekan ini, tim BAKTI bersama PT Zetmi dan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) akan melakukan kegiatan lanjutan di Sebatik. Tim akan melakukan survei piloting atau studi kelayakan skala kecil dan bulan Agustus piloting.





Komentar tentang post