Bagi yang ketahuan tidur, bakal disemprot pakai air, kecuali yang tidurnya di dalam ruangan atau rumah.
Dalam acara pesta ini, ditampilkan tarian adat kalangan muda. Ada juga permainan untuk seluruh kalangan.
Kebanyakan penduduknya, tidak menonton televisi (TV). Kalau pun ingin menyaksikan siaran televisi, harus berlangganan TV kabel. Harganya cukup mahal.
Terdapat satu provider untuk fasilitas internet di Kayangel. Fasilitas internet ini masih lebih mahal dibandingkan dengan Indonesia. Untuk kuota internet 2 GB lama pemakaian 8 hari, seharga 8 USD.
Untuk fasilitas komunikasi, seperti TV dan internet cukup mahal.
Berbagai fasilitas di Kayangel dibangun oleh Jepang. Namun, ada beberapa rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya. Mereka ini, rata-rata pindah ke ibukota Koror.
Yang menarik bagi saya, penduduknya menjalankan norma dan aturan yang pantas. Penduduk Kayangel, tidak membuang sampah sembarangan dan toilet umumnya bersih.
Di Kayangel setiap rumah memiliki tempat sampah. Kotak sampah ini diletakkan didepan rumahnya.*
Donna Octaviana adalah Penyuluh Perikanan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini, masih berada di Republik Palau, setelah mengikuti kegiatan Training Sustainable Fisheries, di Okinawa Jepang, program dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Dona, satu-satunya perwakilan Indonesia yang mengikuti kegiatan JICA.





Komentar tentang post