Menurut Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ir Panut Mulyono, UGM memberikan bantuan keringanan biaya kuliah Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa gratis atau tidak membayar biaya kuliah tersebut untuk satu semester.
“Untuk semester selanjutnya akan kita evaluasi terkait dengan kondisi keluarga masing-masing,” kata Rektor.
Dalam laman UGM, Rektor mengatakan, kebijakan pemberian keringanan biaya kuliah ini, untuk meringankan beban ekonomi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang terkena dampak bencana di Palu, Donggala dan Lombok.
Menurut Mulyono, selain memberikan keringanan biaya kuliah, mahasiswa yang terkena dampak bencana yang masih kesulitan biaya hidup selama kos di Yogyakarta, akan diberikan bantuan berupa bekerja paruh waktu di lingkungan kantor pusat UGM dan kantor fakultas.
“Bisa membantu kegiatan administrasi agar bisa mendapatkan honorarium atau uang lelah,” ujarnya.
Perguruan Tinggi lainnya yang memberikan keringanan bagi mahasiswa korban bencana gempa-tsunami disampaikan Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo juga menyiapkan skema keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terkena bencana. Sementara Universitas Diponegoro (Undip) akan mengkaji keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa korban gempa.*





Komentar tentang post