Meski sudah lama jadi sasaran perburuan dan penangkapan, pengetahuan dan pemahaman tentang distribusi, serta pergerakan paus biru belum begitu diketahui.
Biasanya, pergerakan paus biru (seperti spesies paus lainnya) karena kebutuhan makanan. Mangsa utama paus biru udang kecil (krill) atau krustasea.
Paus biru yang menyandang nama ilmiah Balaenoptera musculus, termasuk salah satu mamalia laut yang paling sering terlihat di perairan Banda.
Peran Ekologis
Hasil survei yang dilakukan USAID – Sustainable Ecosystems Advanced (SEA) Project telah mencatat pergerakan migrasi paus biru dan mamalia laut lainnya. Penilaian ini menggunakan metode Rapid Ecological Assessment (REA).
Dari 49 pengamatan, tercatat sedikitnya 1.771 spesies biota laut di perairan yang masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714 ini. Terdapat mamalia laut seperti paus, lumba-lumba dan dugong.
Tercatat, paus biru dan paus sperma (Sperm Whale, Physeter microcephalus) yang tergolong cetacea besar paling sering terlihat.
Direktur APEX Environmental and the survey’s Lead Scientist dan ketua tim survei, Benjamin Kahn, telah menyajikan hasil penilaian kepada para pemangku kepentingan. Catatan penting dari hasil ini, seperti ditulis dalam sea-indonesia.org, adalah peran ekologis dari Laut Banda dan Seram untuk 16 spesies mamalia laut.





Komentar tentang post