Nauplisoma berubah menjadi filosoma melalui beberapa kali ganti kulit. Larva pada stadium filosoma, mempunyai bentuk pipih seperti daun, yang kemudian terapung (pelagis), bersifat planktonik (melayang terbawa arus), di perairan lepas pantai terbawa arus pasang surut. Setelah stadia filosoma berubah menjadi puerulus yang sudah mirip lobster dewasa. Pada tahap ini, sudah mencapai perairan dekat pantai. Mereka menyukai menempel pada benda yang ada di perairan. Selanjutnya, terbentuklah lobster muda yang disebut juvenil. Lobster yang hidup di perairan tropis, proses sampai dewasa lebih cepat dibanding dengan yang hidup di daerah sub-tropis. Waktu yang diperlukan untuk mencapai stadia dewasa untuk lobster tropis antara 3 sampai 7 tahun, tergantung spesies.
Masa kritis kematian
Fase paling kritis bagi kehidupan lobster adalah pada saat nauplisoma dan filosoma. Mereka bersifat planktonis di perairan terbuka, sehingga menjadi sasaran pemangsaan berbagai jenis ikan. Di samping itu, tingginya kematian terjadi pada saat pergantian kulit, terutama saat masih fase larva atau filosoma. Kegagalan dalam pembenihan di laboratorium sampai dengan saat ini juga terjadi pada tahapan filosoma ini. Penangkapan bibit oleh nelayan dan kemudian diekspor tersebut terjadi mulai saat puerulus sampai dengan juvenil.





Komentar tentang post