Minggu, Mei 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Mengapa Penyu Tak Bisa Membedakan Plastik dan Ubur-ubur?

VERRIANTO MADJOWA

redaksi
4 September 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Mengapa Penyu Tak Bisa Membedakan Plastik dan Ubur-ubur?

Penyu tak bisa membedakan plastik yang mirip dengan ubur-ubur. FOTO: NOAA FISHERIES

Terdapat tujuh jenis penyu di dunia, hampir semuanya mengonsumsi ubur. Tujuh jenis itu, masing-masing penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan/penyu bromo (Caretta caretta) penyu pipih (Natator depressus ), penyu lekang (Lepidochelys olivacae) dan penyu lekang kempi (Lepidochelys kempii).

Penelitian terhadap penyu hijau yang mati terdampar juga telah dilakukan di pantai Timur Uni Emirat Arab (UEA) Teluk Oman. Penyu ini mati karena menelan sampah plastik.

Sebanyak 14 penyu hijau yang mati terdampar di Teluk Oman telah menelan serpihan berwarna putih atau transparan.

Seperti diberitakan Gulfnews.com awal September ini, penyu yang mati ini 86 persen telah menelan sampah plastik. Selain itu, terdapat tali, kain, cotton buds, tas anyaman, plastik biasa, tali pancing, kait, jaring dan perangkap.

Di Indonesia, khususnya di pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat tim World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia dan dokter hewan Flying Vet Indonesia penyu yang terdampar karena sakit mengalami malnutrisi. Ini akibat lambung penyu ini tersumbat sampah plastik yang berukuran besar, 5 x 8 sentimeter.

Pesisir Paloh merupakan habitat penting peneluran dan pakan bagi empat jenis penyu, yakni hijau, sisik, lekang dan belimbing. Selain itu, habitat perkawinan dan jalur migrasi atau lalu lintas penyu.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: NOAA FisheriesPenyusampah plastik
Bagikan29Tweet15KirimKirim
Previous Post

Penyu Hijau Mati Karena Konsumsi Plastik

Next Post

Penyu yang Terancam Binasa

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Penyu yang Terancam Binasa

Penyu yang Terancam Binasa

Komentar tentang post

TERBARU

Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

Belum Ada Vaksin, Risiko Ebola ‘Sangat Tinggi’ di Kongo, Diduga 750 Kasus dan 177 Kematian

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Bertindak Lokal Memulihkan 30% Ekosistem yang Terdegradasi

Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Gorontalo Bahas Jurnalisme Berintegritas di Temu Jurnalis

“HELLO STROKE” Platform Kesehatan Digital Kerja Sama UNG dan Monash University

AmsiNews

REKOMENDASI

Akar Persoalan Mengapa PKI “Tidak Laku” di Gorontalo

Fakultas Kedokteran UNG Kerja Sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo

KPU Kabupaten Gorontalo Ajak Mahasiswa Aktif Berpartisipasi Menggunakan Hak Pilih

Kebakaran Hebat Mengamuk di California, 10 Ribu Bangunan Hancur

KPU Kabupaten Gorontalo Menggelar Rapat Penghitungan Perolehan Suara

Tiga Jenazah KM Gerbang Samudera I Ditemukan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.