Selasa, Agustus 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Mengapa Penyu Tak Bisa Membedakan Plastik dan Ubur-ubur?

VERRIANTO MADJOWA

redaksi
4 September 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Mengapa Penyu Tak Bisa Membedakan Plastik dan Ubur-ubur?

Penyu tak bisa membedakan plastik yang mirip dengan ubur-ubur. FOTO: NOAA FISHERIES

Terdapat tujuh jenis penyu di dunia, hampir semuanya mengonsumsi ubur. Tujuh jenis itu, masing-masing penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan/penyu bromo (Caretta caretta) penyu pipih (Natator depressus ), penyu lekang (Lepidochelys olivacae) dan penyu lekang kempi (Lepidochelys kempii).

Penelitian terhadap penyu hijau yang mati terdampar juga telah dilakukan di pantai Timur Uni Emirat Arab (UEA) Teluk Oman. Penyu ini mati karena menelan sampah plastik.

Sebanyak 14 penyu hijau yang mati terdampar di Teluk Oman telah menelan serpihan berwarna putih atau transparan.

Seperti diberitakan Gulfnews.com awal September ini, penyu yang mati ini 86 persen telah menelan sampah plastik. Selain itu, terdapat tali, kain, cotton buds, tas anyaman, plastik biasa, tali pancing, kait, jaring dan perangkap.

Di Indonesia, khususnya di pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat tim World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia dan dokter hewan Flying Vet Indonesia penyu yang terdampar karena sakit mengalami malnutrisi. Ini akibat lambung penyu ini tersumbat sampah plastik yang berukuran besar, 5 x 8 sentimeter.

Pesisir Paloh merupakan habitat penting peneluran dan pakan bagi empat jenis penyu, yakni hijau, sisik, lekang dan belimbing. Selain itu, habitat perkawinan dan jalur migrasi atau lalu lintas penyu.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: NOAA FisheriesPenyusampah plastik
Bagikan29Tweet15KirimKirim
Previous Post

Penyu Hijau Mati Karena Konsumsi Plastik

Next Post

Penyu yang Terancam Binasa

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Penyu yang Terancam Binasa

Penyu yang Terancam Binasa

Komentar tentang post

TERBARU

Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia 7 Hingga 23 Agustus

Titik Api dan Kebakaran di Pulau Kalimantan Bertambah

Banjir di Vietnam Utara Meluas, Badai Tropis Narra Masih Berada di Teluk Tonkin

Gempa Laut Banda Magnitudo 6,2 Tidak Berpotensi Tsunami

Tahun 2025 Mahasiswa UNG Raih 950 Prestasi, 82 Capaian Internasional

BMKG Akan Menganalisis Secara Komprehensif Gempa M 7,7 dan Tsunami Laut Flores

AmsiNews

REKOMENDASI

KM Santika Nusantara Terbakar, 3 Orang Meninggal 34 Dalam Pencarian

Sungguh Menakjubkan Struktur Terumbu Karang Raksasa di Australia

Telemedik, Cara Mencegah dan Menangani Covid-19

Dua Kapal Terbakar di Merauke, Longboat Hilang di Timika

Wamena Belum Kondusif, Kemenhub Siapkan Kapal Laut Bantu Evakuasi Pengungsi

Baniir Melanda Kabupaten Gorontalo, Sintang dan Pulau Buru

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.