Di tengah upaya pencarian untuk penyelamatan bayi orca ini dapat kembali menyatu dengan keluarganya, pada Jumat (23/7) malam, kondisi Toa memburuk.
Melalui upaya luar biasa dan keinginan untuk melakukan yang terbaik untuk Toa, namun untuk menyatukannya kembali dengan podnya belum tercapai.
Suasana khidmat dan mengharukan di Plimmerton Boating Club. Toa yang diupayakan hampir 2 pekan dapat menyatu kembali dengan keluarganya (pod) tak bisa diselamatkan.
Pada Jumat (23/7) malam, Toa meninggal. Bayi orca ini kemudian dikuburkan setelah dilepas 70 orang di Plimmerton Boating Club pada Sabtu (24/7) dini hari. Toa dikuburkan oleh Ngāti Toa Rangatira.
Angus mengatakan upacara yang dihadiri Ngati Toa, warga setempat, relawan dan staf DOC itu berlangsung khidmat dan mengharukan.
Toa meninggal secara wajar dan tidak dilakukan nekropsi. Tanda-tanda Toa mulai terlihat tidak sehat sekitar Jumat pukul 19.30 waktu setempat. Toa meninggal satu jam kemudian pukul 20.30.
DOC menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mencoba menyelamatkan Toa. Jumlah orang yang terlibat dalam upaya menyelamatkan bayi orca Toa setelah terdampar sangat banyak.
Lebih dari 40 ahli internasional dan nasional telah memberikan saran selama 12 hari terakhir.
Namun, kesehatan Toa memburuk dan dokter hewan yang bergegas untuk membantunya tidak dapat menyelamatkannya. (Verrianto Madjowa)





Komentar tentang post