Angus mengatakan dokter hewan telah melakukan penilaian kesehatan secara rutin. Selama orca masih berada di kolam sementara, masyarakat diingatkan dan disarankan untuk menjauh agar staf dan relawan fokus merawat orca.
Situs tersebut tetap ditutup untuk umum untuk mengurangi stres bagi anak orca.
Pada Kamis (22/7) tim penyelamat akan memutuskan apakah orca tetap di kolam sementara atau akan dipindahkan ke kandang. Semua ini tergantung dengan kondisi cuaca. Kamis malam pemindahan bayi orca kembali ke kandang di laut berjalan lancar.
Angus mengatakan setiap laporan penampakan yang dikumpulkan, kemudian divalidasi secara aktif sebelum diambil keputusan untuk menyelidiki lebih lanjut.
Sebelum dipindahkan lagi ke kandang, tim penyelamat melakukan tes kualitas air. Hasil tes menunjukkan tidak ada masalah dengan kontaminasi dan aman untuk berenang.
Rencana untuk meningkatkan upaya pencarian sedang dilakukan untuk memanfaatkan cuaca cerah.
Terdapat laporan pod orca terlihat di Pantai Kāpiti dan sedang diselidiki melalui laut dan udara.
Angus mengatakan dua pesawat sedang mencari dan sebuah kapal DOC berada di laut sebagai tindak lanjut atas laporan penampakan yang dilaporkan di selatan Raumati.
Malam Terakhir Bayi Orca Toa
Menurut Angus, semakin lama bayi orca ini berada di kandang yang jauh dari induknya akan semakin besar kemungkinan kesehatannya akan memburuk. Iwi lokal Ngāti Toa Rangatira, sejumlah staf DOC, Orca Research Trust/Whale Rescue, dan masyarakat setempat berusaha keras untuk menyelamatkannya.





Komentar tentang post