Pencarian sepanjang hari Senin (12/7) yang melibatkan lebih dari 100 relawan belum menemukan pod orca. Pencarian di perairan Wellington dilanjutkan Selasa (13/7).
Kali ini pencarian dilakukan dengan dua pesawat dan satu helikopter.
Tim yang terlibat dalam pencarian ini, antara lain, Dinas Pemadam Kebakaran yang memantau dari puncak bukit, polisi maritim dan penjaga pantai. Selain itu, relawan dari organisasi Penyelamatan Paus dan anggota DOC.
Menurut Dr Visser dalam kondisi seperti ini, orca tersebut sangat khawatir dan belum pernah keluar dari air. Karena itu, orca tersebut belum sepenuhnya dapat memahami bila tim tersebut sedang berupaya membantunya.
Jumlah relawan bertambah. Warga setempat berdatangan pagi dan sore hari untuk memberikan dukungan.
Mendapat Nama Toa
Pada Selasa (13/7) dalam upacara Maori, bayi orca yang terdampar dan terpisah dari pod menyandang nama Toa. Penyematan nama Toa berarti “pemberani” atau “kuat”.
Tim penyelamat dan relawan masih melakukan pencarian keluarga bayi orca tersebut. Pencarian dilanjutkan dengan menggunakan pesawat, menjelajahi pantai dan laut.
Dr Visser kemudian menceritakan peristiwa orca muda lain, yang diberi nama Springer. Seteleh terpisah dengan pod, Springer berhasil bersatu kembali dengan keluarganya.





Komentar tentang post