Senin, Agustus 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Setengah Abad Penangkapan Lobster di Gunung Kidul

redaksi
13 Januari 2020
Kategori : Laporan Khusus
0
Setengah Abad Penangkapan Lobster di Gunung Kidul

Lobster di Gunung Kidul, Yogyakarta. FOTO: DARILAUT.ID

NELAYAN di Desa Kemadang, Gunung Kidul, sudah lama menangkap lobster. Sejak 1970-an, lobster ini ditangkap langsung dari alam sudah.

“Dulu menangkap lobster masih menggunakan pancing dengan umpan kaki gurita dan ikan,” kata Sadirin (55 tahun), akhir tahun lalu.

Sadirin, salah satu nelayan spesialis menangkap lobster di Pantai Sepanjang, Kemedang.

Di masa Sadirin masih kanak-kanak, lobster ini ditangkap dan dijual dalam keadaan mati. Tidak seperti sekarang, yang dijual lobster hidup.

Di masa itu, di Gunung Kidul, ada pengumpul lobster. Lobster yang dibeli dalam keadaan mati, bukan yang hidup.

Sadirin menjadi spesialis menangkap lobster di alam, mulai tahun 1983. Tangkapan lobster paling besar ukuran 1,5 kilo gram. Ada istilah B1 dan B2, harga per kilo gram Rp 15 ribu.

Lobster ukuran besar ini untuk ekspor. Namun, ekspor lobster terhenti. Hasil tangkapan lobster saat ini hanya untuk lokal atau konsumsi.

Hasil tangkapan sampai saat ini jenis lobster batu, lobster pasir, dan lobster bambu.

Selama cuaca di laut selatan Jawa tidak bergelombang dan arus yang kuat nelayan di Pantai Sepanjang menangkap lobster. Saat tidak dilakukan penangkapan setelah bulan purnama, di hari ke 16 dan 17.

Untuk menangkap lobster, nelayan menggunakan krendet. Krendet umumnya alat tangkap lobster yang paling banyak digunakan di selatan Jawa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gunung KidulLobsterperikanan berkelanjutan
Bagikan11Tweet6KirimKirim
Previous Post

Banyak Lobster di Awal Musim Hujan

Next Post

Harga Cakalang Beku Turun di Pasar Internasional

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Harga Cakalang Beku Turun di Pasar Internasional

Harga Cakalang Beku Turun di Pasar Internasional

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan M 5 Masih Terus Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kisah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Menjalankan KKN Diguncang Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

AmsiNews

REKOMENDASI

Ini Aturan Penangkapan dan Pengiriman Kepiting Bertelur

UNEP Merilis Laporan Tahunan 2023, Salah Satunya Menyoroti Krisis Iklim

MMI, Cara Mengukur Skala Kekuatan Gempa

Sampah Plastik Diubah Jadi BBM

BMKG: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Cepat

Banyak Sampah Plastik, KKN UGM-UNG Menggelar Bersih Pantai Teluk Tomini

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.