Selasa, September 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Spirit Dari Sebutir Telur

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Spirit Dari Sebutir Telur

Telur burung maleo. FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Jauh sebelum IUCN memberikan status rentan untuk burung maleo, Abdul Uno sudah mengingatkan ancaman spesies khas Sulawesi ini yang bisa punah.

IUCN (The International Union for Conservation of Nature atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam) memasukkan dalam Daftar Merah (Red List) sebagai rentan (VU) pada 1994. Hal ini yang sudah disampaikan Uno dalam tulisannya 45 tahun sebelumnya, dalam terbitan berbahasa Belanda TECTONA XXXIX.

Pengumpul telur maleo sebagai ancaman keberlanjutan spesies ini kian banyak. Apalagi, ada prosesi adat daerah yang memanfaatkan telur maleo. Spesies ini makin tersingkir di habitatnya di Pulau Sulawesi. Padahal, burung ini tidak ada ditempat lain di dunia. Hanya ada di Pulau Sulawesi dan beberapa pulau-pulau kecil didekat Sulawesi.

Secara umum, ancaman populasi maleo seperti degradasi habitat dan perubahan fungsi lahan, perburuan dengan menggunakan senjata, perangkap dan jerat.

IUCN mengeluarkan kategori baru untuk maleo. Status keterancaman global menjadi genting pada 2002.

Protected Area Specialist Enhancing Protected Area System in Sulawesi (EPASS) Bogani Nani Wartabone, Hanom Bashari, mengatakan, yang harus dilakukan adalah menghentikan total perburuan maleo dewasa dan pengambilan telur, melindungi lokasi peneluran, serta mempertahankan hutan yang tersisa dan terdekat. Kemudian, mempertahankan, melindungi dan memulihkan area koridor.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Next Post

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Komentar tentang post

TERBARU

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia dan Jepang Kerja Sama Konservasi Karbon Biru

Kepingan Komet Halley Memicu Hujan Meteor, Dapat Disaksikan Mei dan Oktober

Riset Kelautan dengan Big Science

Kasus Hiu Paus Terdampar Meningkat

Indonesia Pantau Mikroplastik Laut Berbasis Protokol Global

Banjir Bandang Dahsyat Menerjang Nepal, 95 Orang Tewas, 391 Wisatawan Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.