“Tahun 2002 upaya yang sama dilakukan di Hungayono, Gorontalo,” kata Danny Rogy, praktisi maleo di Gorontalo. Selama 2002 hingga 2009, Danny memfasilitasi dan pendampingan untuk memindahkan telur maleo di Hungayono.
Maleo bersarang di daerah pantai berpasir yang terbuka dan hangat, dekat lokasi yang mengandung panas bumi dan sekitar pantai gunung berapi. Telurnya lima kali lebih besar dari telur ayam.
Menurut Hanom, keberhasilan konservasi maleo di Sulawesi dapat menjadi contoh konservasi Megapoda di lokasi lain. Karena itu, melalui program konservasi maleo di Sulawesi perlu dikembangkan sebagai Pusat Informasi Konservasi Megapoda di Indonesia.
Maleo, satwa khas Wallacea dan Australasia, famili Megapodiidae. Maleo adalah genus dan jenis endemik Wallacea, 1 dari 14 Megapoda di Indonesia dan 21 di dunia. Satwa ini termasuk jenis Megapoda terbesar di Wallacea untuk tubuh dan telur.*





Komentar tentang post