Widodo yang memperoleh gelar Doctor in engineering dari Universitas Bremen, Jerman mengatakan, hasil riset terhadap tsunami Aceh pada 2004 dan Java 2006, menunjukkan cepatnya propagagasi gelombang tsunami. Dari Aceh ke Selat Lombok, di sisi barat Bali hanya ditempuh dalam waktu empat jam 58 menit.
Jarak sumber pembangkit dengan pantai yang diterjang sangat jauh atau far field. Amukan gelombang raksasa dari Aceh, dalam beberapa jam, juga merambat hingga mencapai pesisir dan daratan Afrika.
Contoh lain, kata Widodo, sumber tsunami berasal dari zona subduksi Makran di selatan Iran. Propagasi mencapai barat Sumatera. Gempa di Makran, tidak dirasakan penduduk di barat Sumatera. Potensi ini belum pernah terjadi. Namun patut dikaji lebih lanjut dan diwaspadai.
Sementara untuk tsunami di Palu, berlangsung cepat. Gempa sangat kuat berkekuatan magnitude 7,4 skala Richter mengguncang Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pusat gempabumi pada koordinat 119.85 BT; 0.18 LS pada kedalaman 10 kilometer. Mekanisme gempa, sesar geser Palu Koro.
Setelah terjadi gempa M 7,4 SR SR skala Richter, orang masih merasakan dampak goyangan, dalam hitungan menit terjadi tsunami.
“Ini yang diterminologikan sebagai near field tsunami,” ujar Widodo yang juga anggota Dewan Hidrografi Indonesia (DHI).





Komentar tentang post