Assessment juga diakukan pada Teripang laut (Holothurian) di 31 site di bagian utara Atol, 28 di kawasan terumbu depan dan 8 di laguna. Sebanyak 99 sampel sedimen dikumpulkan di 8 lokasi. 144 sampel karang dari jenis Pocillopora damicornis dikumpulkan dari 9 lokasi untuk mengukur tingkat stres pada karang.
Sebanyak 566 biopsi diambil dari kima raksasa, Tridacna maxima, Hippopus hippopus dan beberapa spesies lain. Kima raksasa untuk analisis DNA, selanjutnya populasi genetik dan analisis phylogeography.
Terdapat 335 sampel gelatin alga merah (Rhodophyta), alga coklat (Phaeophyta) dan alga hijau (Chlorophyta) yang di ambil di lokasi Iles de Pins. Sebanyak 674 spesies invertebrata, yang diwakili oleh 113 Moluska, 206 Ekinodermata, 331 Krustasea dan 14 invertebrata lainnya.
“Science Without Borders” sains tanpa batas, itulah semboyan ekspedisi terumbu karang global.
Harapannya di Indonesia yang adalah negara kepulauan bisa diwujudkan dengan ekspedisi yang berkelanjutan khususnya pemetaan habitat pada ekosistem terumbu karang sebagai salah satu data dukung dalam zonasi di kawasan pesisir.*
Referensi:
Ampou, E.E., Ouillon, S., Andréfouët, S., 2018. Challenges in rendering Coral Triangle habitat richness in remotely sensed habitat maps: the case of Bunaken Island (Indonesia). Marine Pollution Bulletin 131. P 72–82. INDESO special issue. http://dx.doi.org/10.1016/j.marpolbul.2017.10.026.





Komentar tentang post