Sabtu, Mei 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Endemisme, Spesies Endemik yang Hanya Ditemukan di Suatu Tempat

redaksi
5 Juli 2022
Kategori : Biota Eksotis, Kajian
0
Ini Keunikan Babirusa

Babirusa sulawesi/Sulawesi Babirusa (Babyrousa celebensis) di kawasan Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo. FOTO: VERRIANTO MADJOWA/DARILAUT.ID

Darilaut – Dalam ekologi, endemisme adalah gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, relung ekologi (niche), negara, atau zona ekologi tertentu.

Dengan kata lain, suatu spesies dapat disebut endemik jika ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain. Faktor fisik, iklim, dan biologis dapat menyebabkan endemisme tersebut.

Sebagai contoh, seperti dijelaskan peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (sekarang Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN) Ucu Yanu Arbi, dalam Jurnal Oseana, Volume 47, Nomor 1 Tahun 2022: 1–11 dengan judul “Endemisme Spesies Biota Perairan: Studi Kasus pada Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni)”.

Menurut Arbi, babi rusa menjadi endemik karena isolasi geografi yang dialaminya dan tantangan ruang hidupnya di pulau Sulawesi menyebabkan menjadi berbentuk khas.

Wilayah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi tidak berarti merupakan daerah dengan tingkat endemisme tinggi. Meskipun kemungkinan untuk dihuni oleh organisme endemik menjadi meningkat.

Endemisme dapat terjadi melalui dua mekanisme, yaitu autochthonous dan allochthonous.

Pada perairan laut, endemisme merupakan kejadian yang relatif sedikit, sehingga kajian mengenai endemisme di perairan laut menjadi menarik.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Banggai Cardinal FishEndemismeIkan Endemik
Bagikan15Tweet3KirimKirim
Previous Post

Gambaran umum musim Ligue 1 saat ini, termasuk para pemimpin klasemen, kejutan, dan protagonis.

Next Post

Konsorsium Biologi Mendata 8.600 Keanekaragaman Hayati Indonesia

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Next Post
Bagaimana Kondisi Karang Acropora Tahun 2100, Ini Prediksi LIPI

Konsorsium Biologi Mendata 8.600 Keanekaragaman Hayati Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Hardiknas, Rektor UNG: Pendidikan Jantung Peradaban

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Siklon Michaung di Teluk Benggala Mendekati Chennai

Penyu Hijau Mati Karena Konsumsi Plastik

Menanti Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia

Potensi Laut Kepulauan Riau

Perubahan Iklim, Sejak 1980 Suhu Tidak Pernah Turun

Prof Suharsono: Sulawesi Terluas Terumbu Karang, Terbanyak Pengebom Ikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.