Hadir dalam diskusi tersebut, antara lain, Permana Yudiarso, MT (Kasi. Program dan Evaluasi Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut-BPSPL-KKP, Denpasar), Prof Wayan Arthana (Dekan FKP-UNUD), Managing Director ITDC dan jajarannya, NDRF, Balai Riset dan Observasi Laut, BRSDMKP-KKP, staf Kemenkomar, Noel Janetsky (Direktur Marine Sustainability Program Mars Indonesia) dan mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan UNUD.
Dari hasil diskusi diharapkan nantinya hasil monitoring ini dapat menjadi bahan referensi atau acuan pada kegiatan monitoring selanjutnya. Bukan itu saja, rencana program Taman Mini terumbu karang Indonesia dapat terwujud dan bermanfaat di sektor pariwisata dan kegiatan riset dari pemangku kepentingan lainnya (akademisi, lembaga penelitian, LSM, instansi pemerintah, pemerhati lingkungan, dll).

Ada wacana untuk penenggelaman kapal perang bekas sebagai terumbu buatan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk di Bali, yakni di kawasan wisata Nusa Dua. Rencana tersebut dalam rangka memperingati HUT RI 2019. Namun, perlu dilakukan kajian lebih lanjut dan terintegrasi terkait hal tersebut.*
*) Eghbert Elvan Ampou, Ph.D peneliti Balai Riset dan Observasi Laut, BARSDMKP-KKP.
**) Pariama Hutasoit, Direktur Nusa Dua Reef Foundation (NDRF), Bali.





Komentar tentang post