Selama tahap perkembangan awal, ubur-ubur api hidup di bawah permukaan air. Jika pneumatophore sudah mencapai ukuran yang cukup, ubur-ubur api akan naik ke permukaan laut.
Mangsa utama ubur-ubur api adalah larva ikan, seperti ikan terbang (exocoetidae), makarel dan jenis-jenis ikan lainnya yang berenang di dekat permukaan air.
Sekitar 70–90% hewan yang ditemukan di dalam pencernaan ubur-ubur api adalah larva ikan dan 10% di antaranya adalah krustase. Diperkirakan setiap harinya ubur-ubur api memangsa hingga 120 larva ikan.
Di dalam pencernaan ubur-ubur api ditemukan juga berbagai hewan kecil lainnya seperti telur ikan, ikan kecil, chephalopod, chaetognate, dan larva leptochephalus dalam jumlah yang relatif sedikit.
Struktur keras dari tubuh hewan yang dimangsa, seperti mata ikan, mata larva ikan, dan rahang chaetoghnata diketahui tidak tercerna di dalam saluran pencernaan ubur-ubur api.
Ubur-ubur api merupakan hewan predator yang tidak menyerang mangsanya secara aktif. Ubur-ubur api berburu secara pasif dengan menggunakan tentakel untuk menjebak dan melumpuhkan mangsa.
Hal ini dapat terjadi berkat adanya pneumatophore yang membuat tentakel dapat terbentang seperti jaring di kolom air. Tentakel tersebut juga memiliki warna menarik sehingga membuat ikan mendekat.





Komentar tentang post