• Kesenjangan antara nelayan besar dan nelayan kecil. Hal ini disebabkan oleh belum adanya koordinasi yang baik antara sesama nelayan, dan juga cara pemasaran yang masih menggunakan cara tradisional. Sedangkan nelayan besar sudah bekerjasama dengan perusahaan.
• Kendala proses distribusi dan pengiriman ikan. Proses pengiriman ikan dari daerah, seringkali hanya dimungkinkan dengan menggunakan transportasi laut. Sedangkan transportasi modern masih belum merata sampai ke pelosok daerah.
• Pengawasan mutu ikan yang dihasilkan masih rendah di beberapa daerah. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya nelayan yang belum mengerti mengenai pengawasan kualitas produk. Kemudian masih sangat bergantung dengan kondisi iklim dan cuaca Karena masih banyak menggunakan cara penangkapan ikan tradisional.
• Kendala terbaru yang harus dihadapi oleh nelayan adalah kondisi pandemi Covid-19. Menurut Direktur Jenderal perikanan Tangkap kementerian Kelautan dan Perikanan M. Zulficar Mochtar, sejak pandemi terjadi di saat awal Maret 2020 nelayan dan pelaku usaha perikanan sudah mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan proses penangkapan ikan masih terus berlangsung, sedangkan permintaan pasar sudah jauh menurun. Kondisi ini menyebabkan penurunan pendapatan nelayan yang sangat signifikan akibat hasil tangkapan ikan yang diperoleh tidak dapat terjual. Kerugian ini dirasakan baik oleh nelayan kecil maupun nelayan besar.





Komentar tentang post