Ketiga, Model Pusat Akumulasi (Center of Accumulation)
Model pusat akumulasi merupakan kebalikan dari pusat asal-usul (center of origin). Model ini lebih menekankan pada tingginya diversitas ikan pada kawasan segitiga terumbu karang sebagai hasil migrasi spesies yang telah mengalami spesiasi dari lokasi lain.
Peristiwa ini dapat disebabkan karena pola arus air laut dan angin yang cenderung mengarah ke arah segitiga terumbu karang.
Menurut Bowen et al., (2013) model pusat akumulasi dipengaruhi oleh wilayah sekitar bagian kawasan segitiga terumbu karang yang tidak termasuk dalam wilayah pusat biodiversitas atau biasa disebut zona periferal.
Menurut Craig (2010) zona periferal berperan sebagai eksportir/ kontributor terhadap diversitas biologis dan genetik ikan karang di segitiga terumbu karang. Beberapa contoh hasil penelitian yang mendukung teori pusat akumulasi adalah spesies Scarus rubroviolaceus dan Zebrasoma flavescens yang terdistribusi di perairan segitiga terumbu karang. Namun bukti data populasi genetik/ filogenetik menunjukkan bahwa larva dari spesies ini masuk dari wilayah Hawaii di masa lalu.
Keempat, Model Pusat Pertahanan (Center of Survival/refugia)
Hasil penelitian mengkonfirmasi bahwa distribusi yang tumpang tindih dari ikan karang yang berasal dari Samudera Pasifik dan Hindia berkontribusi terhadap pusat biodiversitas di kawasan segitiga terumbu karang.





Komentar tentang post