Sabtu, Mei 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Prosesi Buka Sasi di Raja Ampat

ARSUL LATUL RAHMAN

redaksi
27 Oktober 2018
Kategori : Konservasi
0
sasi

Proses buka sasi di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Sabtu (20/10). FOTO: ARSUL LATUL RAHMAN

Waisai – Setahun ditutup, prosesi buka sasi berlangsung di kampung Awat distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Lokasi ini berada di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kofiau.

Sasi hasil laut di kampung Awat inisiatif pemuka agama dan masyarakat adat. Sasi ini didukung pemerintah daerah melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah Badan Layanan Unit Daerah (UPTD-BLUD) dan The Nature Conservancy (TNC) Raja Ampat.

Menurut manajer program TNC Raja Ampat, Lucky Rumetna, sasi di KKPD Kofiau diinisiasi masyarakat adat dan tokoh agama, didukung oleh Pemda dan TNC. Tujuan sasi untuk ekologi, ekonomi dan budaya.

Sasi ekologi, dengan menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati Raja Ampat. Ekonomi, untuk peningkatan pendapatan masyarakat dalam memanfaatkan alam laut Raja Ampat.

“Budaya adalah adat dan warisan para leluhur yang harus dilestarikan untuk anak cucu,” kata Lucky.

Prosesi buka sasi diawali dengan doa pemberkatan oleh pendeta Katutung. Dilanjutkan tiga tokoh adat Kofiau memimpin rombongan masyarakat adat menuju lokasi sasi.

Ketiga tokoh adat ini masing-masing, Eliya Ambrauw, Abner Watem dan Nelwan Watem. Dalam prosesi ini dilakukan penyerahan kakes atau sesaji kepada para leluhur.

Lokasi sasi di perairan kampung Awat memiliki luas kurang lebih satu kilometer persegi. Selain masyarakat adat, terdapat wisatawan yang menyaksikan prosesi buka sasi tersebut. Kehadiran wisatawan telah diperkenankan tetua adat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Papua BaratRaja AmpatSasi
Bagikan14Tweet9KirimKirim
Previous Post

Open Data dan Digitalisasi di Kementerian Kelautan Perikanan

Next Post

Konkit, Murah dan Ramah Lingkungan

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Konkit

Konkit, Murah dan Ramah Lingkungan

Komentar tentang post

TERBARU

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

AmsiNews

REKOMENDASI

Tahun 2025 Ada 13 Badai Bernama di Atlantik, Hurikan Melissa Paling Dahsyat

Presiden Minta Pencarian Lion Air JT 610 Dilakukan 24 Jam

Warga yang Isolasi Mandiri Tetap Dipantau dan Diobservasi Petugas Kesehatan

Cegah Penyebaran Disinformasi Koalisi Cek Fakta dan ICT Watch Kembangkan Aplikasi “Galifakta”

Cuaca Ekstrem di Laut, Syahbandar Wajib Tunda Keberangkatan

Jembatan Kuning Palu Mulai Diangkat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.