Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Sejarah Pengelolaan Kawasan Gili Matra

redaksi
15 Oktober 2019
Kategori : Konservasi
0
Sejarah Pengelolaan Kawasan Gili Matra

FOTO: KKP

SEJAK 1993, Gili Matra ditetapkan sebagai taman wisata alam. Kawasan ini terdiri dari Gili Meno, Gili Ayer dan Gili Trawangan.

Kawasan Gili Matra memiliki luas 2.954 ha. Daratan seluas 665 ha, selebihnya perairan laut.

Penatapan ini sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No 85/Kpts-II/1993. Pada 2001, taman wisata alam pulau Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan berubah status menjadi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 99/Kpts-II/2001.

Menurut Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ikram M Sangadji, kawasan ini kemudian diserahterimakan dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan.

Berita acara serah terima Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan dengan No BA 01/Menhut-IV/2009 – BA 108/MEN.KPIII/2009.

Kawasan Gili Matra kemudian dibawah pengelolaan Departemen Kelautan dan Perikanan. Nomenklatur kawasan ini berubah menjadi Taman Wisata Perairan Gili Meno, Gili Ayer dan Gili Trawangan.

Perubahan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No Kep 67/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.*

Tags: BKKPN KupangGili MatraKawasan KonservasiKKP
Bagikan13Tweet8KirimKirim
Previous Post

Terapkan Tiket Online, Dalam 5 Bulan, Gili Matra Raup Rp 2 Miliar

Next Post

KKP Tangkap Kapal Ikan Vietnam dan Malaysia

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
KKP Tangkap Kapal Ikan Vietnam dan Malaysia

KKP Tangkap Kapal Ikan Vietnam dan Malaysia

Komentar tentang post

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Terbentuk di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Wisatawan 28 Negara Datang Melihat Hiu Paus di Botubarani

Harga Kuda Laut Kering Dapat Mencapai Rp 8 Juta Per Kg

20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Telah Diidentifikasi

Topan Nari Akan Mendarat di Hokkaido

Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Barat Kepulauan Cocos

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.