Senin, Agustus 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Spesiasi Ikan Karang Tanpa Isolasi Geografis

redaksi
19 Januari 2022
Kategori : Kajian, Konservasi
0
Spesiasi Ikan Karang Tanpa Isolasi Geografis

GAMBAR Sister spesies dengan perbedaan warna yang mencolok dan tumpang tindih pada habitat yang sama, a) Gypoplectrus puella dan b) Gypoplectrus gemma dari Laut Karibia, c) Centropyge vrolikii dan d) Centropyge flavissima dari Pasifik Barat (Bowen et al., 2013).

Darilaut – Proses spesiasi pada ikan karang terdiri dari tiga model. Pertama, secara alopatrik (isolasi menyeluruh), parapatrik (isolasi sebagian) dan simpatrik (tumpang tindih).

Simpatrik dikenal dengan spesiasi tanpa isolasi geografis. Spesiasi antar populasi menunjukan migrasi bebas atau tidak adanya batasan wilayah.

Mekanisme ini cukup langka karena hanya dengan aliran gen yang sedikit akan menghilangkan perbedaan genetika antara satu bagian populasi dengan bagian populasi lainnya.

Spesiasi simpatrik adalah unik karena terjadi hanya sementara antara dua subpopulasi dari spesies yang sama dan menempati wilayah yang sama atau berbagi wilayah sehingga tumpang tindih (overlapping).

Meskipun area di mana organisme hidup adalah sama, mereka dapat dibagi menjadi dua kelompok berbeda secara genetis, sehingga tidak lagi dapat saling bereproduksi. Walaupun spesiasi jenis ini masih diperdebatkan dalam menjelaskan biodiversitas pembentukan spesies ikan yang baru, beberapa penelitian mendukung adanya teori ini.

Penelitian yang dilakukan Jones et al., (2003) mengenai seleksi reproduksi berdasarkan ukuran tubuh yang menjelaskan spesiasi dari dua jenis sister spesies dari kuda laut (genus Hippocampus) yang berdistribusi tumpang tindih di wilayah Atlantis Barat dan Pasifik Barat.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BiodiversityBiogeografiBiogeografi ikanCoral Trianglekeanekaragaman hayati
Bagikan12Tweet8KirimKirim
Previous Post

3.078 Rumah Rusak Karena Gempa di Banten

Next Post

Anggrek Kantung, Masuk Daftar CITES dan Dilindungi

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Anggrek Kantung, Masuk Daftar CITES dan Dilindungi

Anggrek Kantung, Masuk Daftar CITES dan Dilindungi

Komentar tentang post

TERBARU

Cegah Narkoba, Stunting dan Penguatan Pangan Sebanyak 1.518 Mahasiswa Turun di 102 Desa

Typhoon Dolphin Brings Heavy Rain and Strong Winds After Making Landfall on Zhejiang Coast

Setelah Mendarat Topan Dolphin Bawa Hujan Lebat Memicu Evakuasi Ratusan Ribu Orang

Jurnal JALREV Fakultas Hukum UNG Terpilih Untuk Program Akselerasi Internasional 2026

Tim Mahasiswa UNG Raih Medali Emas dan Juara 3 Umum di Bangkok Thailand

Dampak Gelombang Panas dan El Niño Harga Jagung Dunia Naik 3,6 Persen

AmsiNews

REKOMENDASI

Nekropsi Temukan Udang Rebon dalam Lambung Hiu Paus, Indikasi Keracunan Muncul

WMO dan WTO Buka Peluang Perdagangan Energi Listrik Terbarukan Lintas Batas

Mitigasi Ancaman Bahaya Hidrometeorologi Basah

Prakiraan El Nino di Indonesia dan Filipina Berlanjut Hingga 2024

Hati-hati Makan Bersama

Laju Deforestasi Indonesia Turun 8,4% di Tahun 2021-2022

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.