Penelitian menunjukkan bahwa betina lebih memilih untuk kawin dengan jantan yang memiliki tubuh dengan ukuran yang sama. Hal ini menghasilan distribusi fenotip bimodal berdasarkan ukuran tubuh yang dapat mengarahkan terjadinya spesiasi simpatri pada populasi.
Penelitian lain yang mendukung teori spesiasi simpatrik juga ditemukan pada triplefins (family Tripeterygiidae) di New Zealand.
Wellenreuther et al., (2007) mempelajari mengenai distribusi ekologis dan geografis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa banyak sister spesies yang hidup dalam wilayah geografis yang sama, namun berbeda habitatnya.
Sister spesies ditemukan di lokasi sama, namun tidak pernah dalam kedalaman atau derajat paparan gelombang yang sama.
Selain faktor yang diakibatkan oleh seleksi reproduktif, terdapat beberapa contoh penemuan yang mendukung spesiasi simpatrik dengan faktor adaptasi yaitu pada genus Hypoplectrus.
Terdapat sekitar 10 spesies dari genus Hypoplectrus yang tumpang tindih dalam distribusinya dan secara bentuk morfometrik dan meristik identik, namun satu-satunya karakter yang membedakan adalah warna.
Diversitas warna pada Hypoplectrus diakibatkan oleh tekanan seleksi di habitat yang menyebabkan terjadinya adaptasi untuk menyesuaikan warna tubuh menyerupai spesies yang tidak mengancam dalam menarik mangsa.





Komentar tentang post