Akun Facebook Dzul Idris Zul Dzul sebelumnya juga mengunggah yang sama, dengan keterangan: foto pertama di atas pasir, setelah subuh.
Foto lainnya tayang di Manado.tribunnews.com memperlihatkan upaya penyelamatan awal bayi orca ini.
Paus orca terdampar atau telah berada di lokasi tersebut, diperkirakan 2 atau 3 jam sebelum ditemukan.
Melalui foto tersebut menunjukkan paus orca masuk ke pinggiran pantai Inobonto saat air laut pasang dan tak bisa lagi kembali ke laut lepas.
Menurut warga Inobonto Oskar Ginoga (52 tahun) selepas subuh suasana di belakang rumahnya sangat ramai. Nelayan setempat menemukan paus orca yang terdampar.
Oskar yang juga Kepala Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Dinas Perhubungan Bolaang Mongondow, rumahnya didekat pantai, tidak jauh dari lokasi terdamparnya paus orca tersebut.
Upaya menyelamatkan bayi paus pembunuh ini dilakukan nelayan dan warga. Namun, cetacea terbesar dari keluarga lumba-lumba (Delphinidae) ini balik lagi ke pantai.
Jarak bayi orca ini dilepas hingga 1 mil dari pinggir pantai Inobonto. Berulang-ulang dibawa ke laut, tetap kembali lagi.
Terdamparnya bayi paus orca Rabu pagi hingga siang menghebohkan Inobonto. Warga berbondong-bondong datang untuk melihat dari dekat.

Banyak anak-anak dan emak-emak datang ke pantai dan menceburkan diri ke laut untuk mengelus, memegang bahkan mencium dan berpose dengan bayi orca tersebut.





Komentar tentang post