Rabu, Juni 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Profesor Riset LIPI: 10 Ribu Ton Merkuri Cemari Lingkungan Setiap Tahun

redaksi
16 Mei 2020
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Profesor Riset LIPI: 10 Ribu Ton Merkuri Cemari Lingkungan Setiap Tahun

Limbah tambang emas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Saat ini, pencemaran lingkungan yang terjadi di Indonesia perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan serius karena telah jauh berdampak pada terganggunya ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Dilansir Lipi.go.id, peneliti botani Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nuril Hidayati, mengatakan, secara global diperkirakan 10.000 ton merkuri (Hg) per tahun mencemari lingkungan.

Di Indonesia, sumbangan terbesar pencemaran merkuri (37 persen) berasal dari penambangan emas rakyat yang tersebar di sekitar 800 daerah.

Sementara itu, sekitar 75 persen lahan pertanian di Indonesia sudah menjadi lahan kritis, sehingga kesuburan tanahnya terus menurun. Data menunjukkan 21–40 persen dari 106 ribu ha sawah di Pantura Jawa Barat tercemar logam berat, dengan 7,83 hingga 91,47 part per milion (ppm) tercemar timbal dan kadmium 8,75 ppm.

“Kontaminan dari kelompok logam berat, seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) yang sulit mengalami degradasi secara alami, secara umum paling banyak dijumpai dan paling berpotensi menimbulkan masalah lingkungan,” kata Nuril, dalam orasi pengukuhan Profesor Riset berjudul “Tanaman Akumulator Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd) untuk Fitoremediasi” di Jakarta, Kamis (14/5).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Limbah MerkuriLIPIPencemaran Lingkungan
Bagikan28Tweet3KirimKirim
Previous Post

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Next Post

Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Postingan Terkait

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

3 Juni 2026
Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

3 Juni 2026

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Bersiaplah untuk Menghadapi El Niño

Tim Fakultas Kedokteran UNG Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gorontalo Utara

Next Post
Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Komentar tentang post

TERBARU

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

Lagi, Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 19 Miliar di Bandara Soekarno Hatta

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR

13 ABK dari Senegal Tiba di Indonesia

16 Kapal Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat, Sejumlah ABK Dalam Pencarian

Mikroplastik di Tubuh Ikan dan Sekitar Kita, Riset di Perairan Gorontalo dan Teluk Tomini

33 Tahun Lalu Sampah Sandal Jepit Sudah Mendominasi Pesisir

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.