Kasus-kasus tumpahan minyak, baik disengaja maupun tidak disengaja membawa dampak buruk bagi lingkungan perairan, biota laut dan perekonomian warga.
Ketua Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Pusat Riset Kelautan Dr Widodo S. Pranowo mengatakan sumber-sumber pencemaran minyak dapat berasal dari kapal, terutama kapal tanker. Potensi pencemaran yang berasal dari kapal tanker karena keadaan oseanografi dan meteorologi.

Berdasarkan pemantauan satelit sepanjang 2014-2017, pencemaran di perairan Bintan dan sering terjadi di musim angin utara. Titik-titik pencemaran ini tersebar di sejumlah kawasan seperti di pantai Lagoi, Pulau Bintan, Nirwana Garden Resort, Banyan Tree, The Sancaya, The Lagoi Bay dan Turi Beach Resort.
Musim angin utara ini terjadi antara November hingga Februari. Karena itu, perlu kesiapsiagaan di musim angin utara.
Ketika angin utara, potensi penyebaran pencemaran ini karena faktor oseanografi. Pencemaran ini dapat dipantau dengan menggunakan RadarSat INDESO. Keunggulan teknologi RadarSat ini, pemantauan kondisi perairan dapat dilakukan siang dan malam tanpa terhalang oleh tutupan awan dan sebaran kapal di sekitar tumpahan.
Perlu dipikirkan bersama untuk pemasangan Radar HF di sepanjang pantai. Dengan Radar HF, dapat dilakukan pemantauan secara real time tumpahan minyak di pantai.





Komentar tentang post