Ciri mulut menggambarkan bahwa spesies ini memiliki cara makan dengan mengambil sumber makanan pada bagian substrat. Morfologi mulut yang kecil dengan gigi yang runcing menjelaskan bahwa hiu berjalan halmahera merupakan hewan omnivora.
Letak kelamin jantan dan betina keseluruhan terdapat pada bagian bawah perut yang mendekati sirip anal. Ciri morfologi kelamin jantan, yaitu terlihat daging memanjang bulat seperti torpedo dengan ukuran panjang 1 – 2 cm yang berdekatan dengan sirip anal.
Kelamin betina terdapat di bagian bawah perut yang berdekatan dengan sirip anal yang memiliki ciri khas yakni terdapat lubang kecil.
Jenis kelamin jantan dan betina hiu berjalan halmahera ditemukan di seluruh lokasi. Nisbah kelamin dari total 15 individu terbagi atas 7 berjenis kelamin betina dan 8 berjenis kelamin jantan. Distribusi jenis kelamin yang ditemukan di lokasi Pulau Maitara dua jenis jan-tan dan satu betina.
Di Pulau Tidore ditemukan dua betina dan satu jantan. Di Pulau Lelei diperoleh dua kelamin jantan dan satu kelamin beti-na. Di Loleo ditemukan satu jantan dan dua betina serta Pulau Mare ditemukan dua jantan dan satu betina.
Hasil pengukuran morfometrik memperlihatkan panjang kepala tertinggi ditemukan pada dua lokasi yakni Lelei dan Loleo, kemudian diikuti pulau Maitara. Panjang kepala ikan di pulau Mare lebih kecil dibandingkan dengan lokasi lain.





Komentar tentang post