“Itu salah satu alasan mengapa Indonesia rawan gempa bumi,” ujar Danny.
Menurut Danny, ada dua kerusakan bangunan akibat gempa. Pertama, kerusakan tidak langsung karena tanah pendukung. Kedua, kerusakan langsung struktur akibat gaya inersia atau kelembaman selama goyangan gempa.
Terkait adanya pencairan tanah atau likuefaksi setelah gempa Palu, menurut Danny, hal tersebut pernah terjadi di kejadian gempa lain. Likuefaksi tersebut karena keadaan tanah yang tidak padat. Akibat guncangan gempa, air yang berada di dalam tanah pun naik dan bercampur dengan tanah.*





Komentar tentang post