Hasil pencarian yang berlangsung hingga September 2019, nihil. Terdapat dugaan kapal MV Nur Allya tenggelam di perairan sekitar Desa Fluk, Laut Halmahera di kedalamam 843 meter di bawah permukaan laut.
Namun, belum ada bukti bahwa kapal MV Nur Allya tenggelam di kedalaman tersebut.
Proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan telah dilakukan sejak 23 Agustus hingga 9 September. Kemudian monitoring dilakukan hingga 26 September.
Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kemudian membuka kembali operasi SAR gabungan. Data-data dikumpulkan dikumpulkan tim SAR gabungan sejak 27 September hingga 1 Oktober.
MV Nur Allya adalah kapal kargo raksasa buatan perusahaan Jepang Sanoyas Hishino Meiso Corp pada 2002, dengan kapasitas 52.400 deadweight tonnes (dwt). Artinya, kapal ini mampu mengangkut beban hingga 52.400 ton, tidak termasuk berat kapal itu sendiri yang mencapai 8.394 metrik ton.
Di bulan Juli ini, upaya pencarian kembali kapal kargo MV Nur Allya dilakukan melalui survei kelautan. Tim melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), bersama KNKT dan PT GLS.
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, BPPT akan memberikan dukungan penuh untuk pencapaian target kerjasama ini terlebih misi ini adalah mengemban tugas dan tanggung jawab nasional melalui KNKT.





Komentar tentang post