Manajer Health, Safety, Security and Environment Pertamina Oky Wibisono mengatakan, yang pertama dilakukan Pertamina setelah kejadian adalah penanggulangan, yaitu 0. Setelah dinyatakan bersih oleh perwakilan warga, pemerintah dilakukan proses pemulihan.
Untuk proses pemulihan, Pertamina sedang menunggu RPFLH (Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). RPFLH, memuat metode pembersihan lingkungan.
Setelah ada rekomendasi, pembersihan dilakukan secara bertahap. Hasilnya akan dianalisa kembali, kalau masih di atas nilai ambang batas aman, maka kita dilakukan upaya pembersihan kembali.
Saat ini, menurut Oky, pihak Pertamina sedang menyelesaikan santunan untuk warga terdampak, terutama nelayan yang kehilangan hari berlayarnya untuk menangkap ikan. Sebanyak 1400-an warga terdampak yang terdata.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 780-an sudah diselesaikan. Sisanya ditargetkan selesai sampai Desember tahun ini.*





Komentar tentang post